"Ada sedikit waktu tersisa dan saya tidak tiba dalam kondisi terbaik, dan yang terpenting saya belum pernah mengendarai motor MotoGP selama delapan bulan, yang merupakan motor super ekstrim," tambahnya.
"Anda kehilangan ritme anda, refleks anda, waktu reaksi anda dan untuk mendapatkan semua itu kembali, anda memerlukan beberapa hari untuk menyesuaikan diri," lanjutnya.
Baca Juga: Blak-blakan, Bos Tim Penguji Yamaha Buka Suara Tentang Nasib Jorge Lorenzo di MotoGP 2021
"Jika anda menambahkan sirkuit yang sulit dan seaneh Portimao, dengan tim (mengumpulkan data) di menit-menit terakhir, ditambah motor tua (Yamaha YZR-M1 2019), sulit untuk menjadi kompetitif." ungkap Lorenzo.
Lorenzo merasa kemampuan sebenarnya berada pada gap 1,3 detik dengan pembalap terbaik MotoGP yang terlihat di tes MotoGP Sepang.
"Dan ditambah tanpa bisa mengganti ban soft terakhir karena hujan mulai turun," kata Lorenzo.
"Mengendarai ban soft akan membuat saya tertinggal setengah detik atau tujuh persepuluh detik pertama," sambungnya.
"Saya ingin melanjutkan, tapi jika Yamaha memutuskan untuk tidak mengandalkan saya, itu akan sangat memalukan bagi kedua belah pihak,"
"Sejujurnya, saya pikir mustahil bagi Yamaha untuk menemukan pembalap (lain) yang beradaptasi secara alami dengan gaya itu,"
"Yamaha membutuhkan dan memiliki kepekaan yang sama untuk mendeteksi arah yang tepat untuk evolusi setiap bagian,"
Di sisi lain, Lorenzo juga mengonfirmasi ketertarikan untuk bergabung bersama Aprilia dan membawa proyek ke level baru, seperti yang dilakukan mantan rival Dani Pedrosa di KTM.
Baca Juga: Alex Marquez Sabet Podium ke-2 MotoGP Aragon, Jorge Lorenzo Kok Malah Bilang Begini