Iwan menjelaskan bahwa bunga pinjaman yang dikenakan juga rendah.
Mulai dari 2 persen per bulan yang akan ditentukan berdasarkan profil risiko dari masing-masing pengusaha.
Menurutnya, nominal pinjaman yang diajukan oleh pelaku usaha bervariasi, dengan rata-rata sekitar Rp 25 juta hingga kini.
Modalku telah memberikan akses pendanaan lebih dari Rp 760 miliar kepada lebih dari 26.000 pelaku usaha digital di Indonesia.
Namun, secara grup perusahaan yang ada di beberapa negara, penyaluran pinjaman usaha telah mencapai Rp 18,8 triliun.
Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia dengan nama Funding Societies.
Sementara itu, Fifih selaku pelaku usaha yang meminjam dana menilai pinjaman dari Modalku berdampak terhadap penambahan omset usahanya.
Ia memanfaatkannya untuk memperbanyak stok dagangannya yang dipasarkan secara online.
"Fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Modalku sangat membantu untuk penambahan stok barang usaha saya yang bergerak di bidang aksesoris dan alat kesehatan," ungkap Fifih.
"Selama masa pandemi ini, saya sudah melakukan transaksi pinjaman beberapa kali di Modalku," akunya.
"Hasilnya, bisnis saya mengalami kenaikan omset sebesar 30 persen dengan adanya penambahan modal dari Modalku," tutur dia.