Sebelumnya knalpot udang banyak dipakai motor trail 2-Tak, demi ground clearance tinggi.
Knalpot udang lalu mulai dipakai di beberapa motor underbone legendaris, misalnya Yamaha F1ZR tim Pertamina.
Baca Juga: Ahmad Jayadi Cerita Duel Road Race Lawan Hendriansyah, Benarkah Kalah Motor?
Knalpot udang yang dipakai Yamaha F1ZR Daytona (Dokumentasi Motor Plus / didishevaharyadi)
Setelah knalpot udang, rupanya muncul versi lainnya yang disebut knalpot lobster.
Apa sih bedanya? Sebenarnya ini hanya penamaan masing-masing produsen knalpot saja.
Kedua-duanya punya ciri khas, dari bentuk expansion chamber atau perut knalpot-nya.
Namun knalpot udang kondang dengan bentuk chamber yang melingkar ke atas mesin, lalu diteruskan stinger dan silencer-nya.
Baca Juga: Silencer Knalpot Pakai Karbon, Apa Saja Keunggulannya Selain Mewah?
Sedangkan knalpot lobster, arah chamber-nya melingkar di depan mesin.
Arah stinger dan silencer-nya lalu diteruskan di bawah mesin, mirip knalpot 2-tak reguler.
Supaya lebih mewah dan mirip lobster, biasanya chamber-nya diberi finishing warna merah terbakar.
Biarpun bentuknya unik dan pernah berjaya di arena balapan, knalpot udang dan lobster rupanya sekarang jarang dipakai balapan.