Selain itu, campuran bensin dan udara yang tidak sesuai mengakibatkan terjadinya gejala ngelitik yang berasal dari ruang bakar.
“Dampak lainnya sudah tentu bensin jadi boros, paling parah klep bisa jebol karena terbentur piston dan perlu turun mesin untuk diperbaiki,” jelasnya.
Baca Juga: Demi Efisiensi dan Power Besar Kawasaki Luncurkan Motor 2-Tak 2 Silinder Dilengkapi Klep
Supaya kondisinya terpantau, pengecekan dan setel klep bisa dilakukan setidaknya tiap 6.000 km atau per 6 bulan sekali.
“Untuk motor standar, patokannya mengikuti standar pabrikan dan prosesnya pakai feeler gauge supaya akurat,” lengkap Yoyok.
Nah kalau motor kalian sudah muncul gejala diatas, sebaiknya segera periksa ke bengkel langganan terdekat agar bisa ditangani.