Find Us On Social Media :

Gojek dan Grab Jadi Merger, Demo Besar-besaran Bakal Digelar

By Selasa, 08 Desember 2020 | 11:15
Akan ada aksi demo besar-besaran jika Gojek dan Grab jadi merger (bergabung). (Dok. Gojek)

2. Kinerja korporasi aplikator yang masih jauh dari ideal dan berimbang dalam hal transparansi mitra, jaminan sosial dan kesejahteraan mitra.

3. Menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat, terjadi monopoli di bidang usaha Ride Hailing di Indonesia.

Baca Juga: Beberapa Hari Lagi PSBB Jakarta Diperketat, Gimana Nasib Ojek Online?

Aksi Demo Besar-besaran Jika Gojek dan Grab Jadi Merger (Dok GARDA)

Walaupun menolak keras dan bersiap untuk menggelar demo besar-besaran, namun Igun mengaku akan membuka dialog.

Dirinya akan maju mewakili driver online Gojek dan Grab untuk mencari solusi bersama-sama.

Namun demikian, jika aspirasi Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) sebagai asosiasi yang menaungi para mitra pengemudi ojol untuk membuka ruang dialog tidak juga diperhatikan maka langkah akhir kami adalah menggelar aksi massa pengemudi ojol di seluruh Indonesia.

Demo akan dilakukan secara serentak ataupun secara bergelombang untuk melakukan penolakan rencana mega merger ini kepada regulator dalam hal ini Pemerintah.

Baca Juga: Sedih! Orderan Masih Sepi, Ojol Ini Malah Kena Hipnotis, Motornya Raib dan Gak Ingat Apa-apa

Mega merger Gojek dan Grab memang sifatnya B2B namun di Indonesia ada instrumen merger dari regulator dalam hal ini Pemerintah.

Garda kawatir apabila terlaksana mega merger maka bukan tidak mungkin akan dilakukan efisiensi kemitraan atau dengan kata lain akan banyak terjadi gelombang Putus Mitra dari aksi korporasi ini cepat atau lambat.

Hal inilah yang sangat dikawatirkan oleh para mitra pengemudi ojol, hal ini yang akan disampaikan kepada pihak Pemerintah nantinya.

Gojek dan Grab yang ramai akan merger memang baru sebatas wacana dari Masayoshi Son Softbank Japan yang menginisiatori adanya merger Grab Gojek.