Sedangkan untuk versi Indonesia, pakai mesin dua silinder parallel 249,7 cc DOHC berpendingin air PGM-FI.
Mesin itu mengeluarkan tenaga 40 dk di 13.000 rpm dan torsi 25 Nm di 11.000 rpm.
Honda CBR250RR 2021 untuk pasar Thailand diimpor langsung dari Jepang (Motosaigon.vn)
Secara tenaga dan torsi lebih besar CBR250RR versi Indonesia ketimbang versi Jepang.
Soalnya hal ini berkaitan perbedaan kapasitas dan ketentuan regulasi emisi.
Kalau di Thailand dan Jepang sudah menganut batas emisi Euro4, sementara di Indonesia bisa lebih besar karena masih Euro 3.
Walau output tenaga dan torsinya berbeda, tapi fitur yang disuguhkan sama kok.
Seperti panel indikator digital dengan layar LCD, sok upside down (USD), lampu full LED, rem ABS dua channel.
Selain itu, motor sport ini menyematkan teknologi Throttle by Wire, Assist & Slipper Clutch untuk perpindahan gigi lebih halus, dan 3 mode berkendara, yakni Comfort, Sport dan Sport+.
Sayangnya tidak dijelaskan apakah sudah memakai teknologi Quick Shifter atau belum.
Meski begitu, harga Honda CBR250RR 2021 di Thailand jauh lebih mahal dari Indonesia.