"Seperti baterai handphone ada yang fast charging, ada yang biasa. Kalo baterai biasa dikasih charger fast charging maka baterai bisa panas," lanjut Hendro kepada Motorplus-online.
Selain itu, Hendro menekankan soal kualitas charger haruslah baik dan optimal.
"Sehingga bekerja dengan benar, pada posisi voltase yg ditentukan akan floating atau cut off." sebut pria berkacamata ini.
Baca Juga: Horee Mulai Hari Ini 3 Bantuan Pemerintah Dibagikan Ayo Cek Apa Anda Termasuk Penerima di Link Ini
Proses charging Honda PCX Electric (Honda Japan)
Poin selanjutnya, ada komponen penting buat baterai motor listrik yaitu BMS atau Battery Management System.
Agar jelas, kita kenali dulu apa itu BMS, dan kenapa baterai motor listrik ada yang bisa terbakar.
"Seperti kita tahum, baterai lithium terdiri atas banyak sel yang terpasang dalam rangkaian Seri dan Paralel," ungkap Hendro.
"Fungsi BMS untuk menyeimbangkan voltase dan kapasitas antar sel, sehingga secara keseluruhan baterai berada pada kapasitas kerja yang sama, baik pada saat discharging maupun charging," lanjutnya.
Karena kalau ada salah satu sel yang mengalami kelebihan beban kerja, maka sel itu akan mengalami kerusakan.
"Jika kelebihan beban pada saat discharging/pemakaian maka sel itu akan lebih cepat habis/terkuras," jelas Hendro.
"Nah, kalau itu terjadi saat charging, maka sel itu akan penuh duluan, sementara yang lain masih belum full," lanjutnya.