Find Us On Social Media :

Gempar, Davide Brivio Hengkang Dari MotoGP Ke F1, Bukan Kali Ini Aja

By Jumat, 08 Januari 2021 | 20:45
Ilustrasi. Manajer tim Suzuki MotoGP, Davide Brivio, akibat wabah corona MotoGP musim ini paling parah dalam sejarah MotoGP (Twitter @suzukimotogp)

Kemudian memutuskan jadi pembalap F1 di 1960 dan berhasil menjadi juara dunia F1 musim 1964.

Itulah perpindahan kejuaraan dunia balap motor GP 500 ke F1 paling bersejarah.

Terhitung era MotoGP 4-Tak sejak 2002 silam, pengaruh F1 ke MotoGP paling sering terjadi.

Baca Juga: MotoGP Geger, Bos Suzuki Ecstar Bakal Cabut dari MotoGP ke Formula 1

Seperti bagaimana pengembang mesin F1 ikut andil dalam riset mesin motor MotoGP Aprilia RS3 di 2002-2003.

Adalah engine builder Cosworth yang ditukangi Gary Anderson mengembangkan motor MotoGP Aprilia 3 silinder.

Setelah itu sosok Shuhei Nakamoto yang menjadi tokoh sentral sukses Honda pabrikan di MotoGP sejak gabung di 2009.

Shuhei Nakamoto sebelum ke MotoGP merupakan orang penting Honda di F1.

Kemudian Honda memutuskan stop di ajang F1 dan menugaskan Shuhei Nakamoto ke MotoGP sebagai wakil presiden Honda Racing Corporation (HRC).

Baca Juga: Bos Suzuki Ungkap Kesederhanaan GSX-RR, Mirip Motor Produksi Massal

Di bawah komando Shuhei Nakamoto, Honda berhasil tampil hebat dengan meraih titel juara dunia MotoGP 2011, 2013, 2014 dan 2016.

Di era Shuhei Nakamoto, Marc Marquez menjadi pembalap termuda sekaligus debutan yang berhasil jadi juara dunia.

Shuhei Nakamoto memutuskan pensiun di musim 2016 silam.