RNG: Kalau dilihat-lihat, sudah banyak juga pergerakan yang dilakukan oleh teman-teman yang lain. Ada juga yang membuat event serupa dengan Ride and Grill. Mudah-mudahan, para pecinta kustom lain di Palembang dapat tetap konsisten dan solid untuk membuat gerakan positif lainnya.
Ride & Grill (Dok. Sekepal Aspal)
SA: Kalian dikenal aktif menggelar acara kumpul-kumpul dan riding bareng, apa saja kegiatan yang sudah dilakukan dan dimotori oleh Ride and Grill?
RNG: Setiap tahunnya, kami ada berbagai macam event. Di Februari, ada Tropical Ride Party, Ngabuburide di pertengahan tahun, Ride and Grill di bulan November, End of Year Party, dan tentunya DGR.
Selain itu, kami juga pernah kolaborasi dengan sebuah brand di event yang mengundang band Seringai sebagai bintang tamu. Oh ya, kami juga mengadakan city riding dengan kostum seram tapi bisa dibilang lucu di Halloween Party. Event ini sangat menarik perhatian masyarakat di Palembang.
Ride & Grill
SA: Bagaimana cara kalian menyikapi situasi saat ini dan enggak kehilangan fokus dalam rangka meramaikan skena kustom Palembang?
RNG: Nah, tahun lalu kami hampir sama sekali enggak memiliki event (offline) karena kondisi. Kami menyiasatinya dengan mengadakan event virtual. Walaupun sekadar talk show, minimal kami juga enggak stuck dengan kondisi ini.
Selain itu, misi kami untuk mengedukasi teman-teman di Palembang juga tercapai di talk show virtual “Told and Laugh Of Loud” atau disingkat “Tolol”. Agenda ini berhasil mengudara dua kali, pertama Agustus 2020 yang bertepatan dengan SAIME VE 2020. Mandra dari Sekepal Aspal juga datang sebagai narasumber. Kedua, September 2020 dengan menghadirkan Chandra dari BBQ Ride sebagai narasumber.
Begitulah obrolan Sekepal Aspal bersama Ride & Grill yang menjadi penutup 4 edisi Sekepal Aspal Talk – Special Edition di awal tahun ini. Sampai bertemu di edisi selanjutnya!