Erzaldi menerangkan perlunya sinergi antar pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, untuk menunjang akses internet di desa-desa.
Erzaldi berharap di seluruh wilayah Bangka Belitung dapat menggunakan akses internet.
Baca Juga: Asyik Paket Internet Telkomsel Murah, Kuota Segini Cuma Rp 10 Ribuan
"Di Bangka Belitung, kurang lebih 279 desa atau sekira 72,09% sudah mendapatkan akses internet. Sementara sisanya belum mendapatkan akses internet dengan baik," ujar Erzaldi.
Hal ini disampaikan Erzaldi dalam Webinar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Akses Internet Mendukung Pengembangan BUMDes dan UMKM di Desa", yang diselenggarakan Bangka Pos Group pada Selasa (26/1).
Erzaldi memaparkan saat ini masih ada desa-desa yang masih menerima akses internet dengan kecepatan 2G. Menurutnya hal ini menjadi problema di pedesaan.
Saat ini misalnya akan terkendala dalam menjalankan sistem kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga: Operator Bagi-bagi Kuota Gratis 50 GB Sampai 31 Desember, Beneran Nih
"Mau mendapat informasi ketersediaan ruang pelayanaan rumah sakit, data ini tidak bisa dikirimkan dari puskesmas ke RSD atau rujukan dari RSD ke RS provinsi," ungkap Erzaldi.
Selain itu, akses internet yang belum memadai di desa-desa juga memengaruhi siswa-siswi yang tengah melakukan pembelajaran online.
Pelayanan administrasi dari desa sampai ke provinsi pun ikut terganggu.
"Ketika akses internet kita masih kurang bagaimana kita mau memajukan UMKM (Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah) kita di desa. Terutama ketika pemasaran produk mengalami kendala, akses e-commerce terganggu, ketika internet masih terasa sangat kurang sekali," imbuh Erzaldi.
Dia menambahkan di Bangka Belitung terdapat perkembangan UMKM yang begitu pesat.