Find Us On Social Media :

Nostalgia, Awal Mula Masuknya Honda Tena 110 Balap Underbone 2-tak

By , Rabu, 10 Februari 2021 | 15:50
Nostalgia, awal mula masuknya Honda Tenna 110 yang digunakan pada balap road race underbone 2-tak di Indonesia. (Dok. M+)

Contoh, Nova 125 Dash yang tak lain varian dari Tena, di kubu Yamaha ada JR-120 yang dikawal 125 Z, lalu Suzuki Stinger 120 atau Akira, disusul Kawasaki Leo 120.

Sedang penantang Tenna di kelas 110, cuma RG-Sports asal Malaysia, yang mesinnya sama-sama 'ngacang'.

Baca Juga: Nostalgia, 4 Pembalap Wanita Penakluk Underbone 2-Tak Tahun '90-an

Di arena FIM Asia Road Racing Championship (ARRC), Tena dan RG-Sports adalah musuh bebuyutan.

Dengan konfigurasi mesin berdiri, campuran udara dan bahan bakar singkat ke dapur pacu.

Congor karburator berhadapan langsung dengan ruang kruk as (crankcase).

Pengantar bahan bakar, tak butuh intake manifold alias leher angsa panjang meliuk.

Baca Juga: Dewa Road Race Indonesia Ternyata Pernah Juara Gokart, Ini Faktanya

Otomatis katup buluhnya menjamah ruang kruk as nonjok ke dalam karter.

Model begini sering disebut crankcase reed valve.

Desain lidah buluh tidak berderet, seperti bebek 2-tak domestik, tapi bolak-balik.

Setiap sisi dua lidah, persis RX-King atau RGR.

Baca Juga: Ketua IMI Baru, Bamsoet Survey Lahan Untuk Bikin Sirkuit Baru di Bali