Find Us On Social Media :

Bantuan Pemerintah Rp 2,4 Juta Diganti Rp 3,55 Juta, Pakai HP Daftarkan KTP

By Senin, 15 Februari 2021 | 20:30
Ilustrasi subsidi gaji (Tribunnews.com)

"Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan."

"Nanti dlihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya," ujar Ida Fauziyah dikutip dari Antara lewat Kompas.com, (9/2/2021).

Ida Fauziyah menjelaskan, program bantuan subsidi upah ini pasti akan berlanjut asalkan tergantung dari situasi dan kondisi perekonomian nasional tahun ini.

"Nanti kami lihat kondisi ekonomi berikutnya," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini.

Ida Fauziyah melanjutkan pemerintah akan mengandalkan program Kartu Prakerja untuk memberikan insentif bagi pekerja terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Siap-siap Bantuan Rp 3,55 Juta Dibuka Lagi, Daftarnya Online Pakai KTP

Peserta Kartu Prakerja yang lolos verifikasi data akan dapat tunjangan total Rp 3,55 Juta.

Rinciannya Rp 600 Ribu untuk biaya pelatihan tiap bulan selama empat bulan.

Atau total Rp 2,4 Juta dan Rp 1 juta sebagai insentif biaya pelatihan, serta Rp 150 Ribu sebagai biaya survei.

"Kita tidak menggunakan skema subsidi upah, tapi program Kartu Prakerja yang di situ ada insentifnya tetap dilanjutkan," kata Ida Fauziyah.

Ia menegaskan bahwa alokasi yang diberikan terhadap Kartu Prakerja cukup besar, yakni sekitar Rp20 triliun dan sejauh ini tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk BSU di APBN 2021.

Baca Juga: Masukkan Nomor KK, Bantuan Rp 300 Ribu Disalurkan 4 Bulan Berturut-turut

"Subsidi upah di APBD 2021 sampai sekarang memang tidak dialokasikan, karena kita konsentrasi pada program Kartu Prakerja," tambah Ida.