Meski kuota umum, namun khusus untuk aplikasi dan laman yang diblokir oleh Kemenkominfo dan media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.
"Kebanyakan aplikasi seperti game, sosial media seperti Facebook, TikTok, misalnya Instagram," terang Nadiem.
Namun, ia mengatakan Youtube masuk dalam daftar laman dan aplikasi yang dapat diakses.
Hal itu dikarenakan kini banyak guru yang melakukan pembelajaran melalui media tersebut.
Baca Juga: Jangan Dibocorin, Tri Luncurkan Paket Kuota Murah 25 GB Harga Mulai Rp 12 Ribu
"Materi pembelajaran banyak dari Youtube, jadi ini kabar gembira."
"Meski giga lebih kecil namun fleksibilitas penggunaan menjadi lebih tinggi,” terangnya.
Semua yang telah menerima bantuan kuota Kemendikbud pada bulan November-Desember 2020 dan nomor tersebut masih aktif, akan otomatis menerima bantuan kuota pada bulan Maret 2021.
Sehingga, pemimpin satuan pendidikan tidak perlu mengunggah SPTJM bagi yang sudah menerima.
Meski begitu, bantuan tidak diterima apabila total penggunaan kuota gratis yang lalu kurang dari 1 GB.
Baca Juga: Paket Internet Telkomsel Rp 10 Dapat 10 GB, Begini Cara Dapetinnya
"Mereka yang sudah menerima pasti akan menerima kembali, kecuali bagi yang kemarin diberikan tetapi penggunaannya di bawah 1 GB, berarti memang tidak digunakan karena berbagai macam alasan, jadi itu tidak akan kembali diberikan," terang Kemendikbud.
Sementara, jelas Nadiem, bagi yang nomornya berubah atau belum menerima bantuan kuota sebelumnya, masih bisa mendaftar untuk mendapatkan kuota mulai bulan April 2021.