Ini karena inovasi rotor magnet standarnya, yang pakai ramuan dari dunia balap.
Materialnya dibuat dari lempengan besi setebal 5 mm, dan diameternya mirip magnet rotor bawaan RX-King.
Baca Juga: Ini Warna Langka Yamaha RX-King Hingga Bisa Laku Ratusan Juta Rupiah
Magnet rotor yang dibuat untuk Yamaha RX-King misterius (Dokumentasi Motorplus)
Tentu bikin bingung, bagaimana mesinnya bisa hidup?
Ya itu, lempengan tadi jadi biangnya, dengan bibir lempengan diberi tonjolan yang tingginya 2 mm dan panjang 20 mm.
Konstruksi tonjolan ini seirama diameter luar lempengan besi.
Waktu lempengan berputar, tonjolan akan dibaca pick-up koil atau sensor waktu pengapian.
Baca Juga: Mau Bikin Magnet Rotor Suzuki GSX-R150? Pakai Punya Motor Ini Saja!
Sebenarnya pick-up koil punya magnet juga, mesti kekuatannya tidak sebesar magnet rotor.
Tonjolan besi dan gaya medan magnet inilah yang dimanfaatkan.
Di bagian tonjolan rotor, jaraknya dengan pick-up koil semakin dekat, sehingga gaya medan magnet makin besar.
Ini dijadikan sinyal untuk mengaktifkan CDI, meski pemilik motor tidak mau merinci jenis dan merek pick-up koil serta CDI yang dipakai.