Tohari mantan warga kampung Sumbulan menceritakan alasan kenapa kampungnya bisa sepi tak berpenghuni. (Surya.co.id/Sofyan Arif Candra Sakti)
Baca Juga: SPBU Curang Oplos Premium dengan Solar Dijual Seharga Pertamax
Tohari menceritakan, dulunya kampung tersebut ramai layaknya kampung yang lain.
Bahkan sempat ada pesantren yang mempunyai cukup banyak santri.
Namun mulai tahun 1960-an, warga kampung Sumbulan mulai meninggalkan kampung halamannya.
"Misalnya menikah, warga sini selalu pindah ikut pasangannya."
"Lalu ada juga yang kerja dan pindah rumah," terang Tohari.
Baca Juga: Tragis! Dua Pengendara Beserta Motornya Ludes Terbakar, Begini Ceritanya
Begitupun Tohari yang memutuskan untuk pindah ke Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan pada tahun 1982.
Mantan warga kampung Sumbulan, Sumarno, menyebutkan Masjid yang merupakan satu-satunya penunjuk ada aktivitas di kampung Sumbulan merupakan peninggalan sebuah pondok pesantren.
Pondok tersebut mulai didirikan sekitar tahun 1850- an oleh Nyai Murtadho saat masih bujang.
"Nyai Murtadho ini mendirikan sebuah pesantren yang disebut Sumbulan pada tahun 1850. Beliau ini anak seorang ulama dari Demak," jelas Sumarno, (3/3/2021).
Masjid menjadi satu-satunya fasilitas di Kampung Sumbulan yang masih dipakai masyarakat. (Surya.co.id/Sofyan Arif Candra Sakti)