"Kalau razia aturannya adalah kekerasan suara (dalam dB) sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku saya setuju," ucapnya.
Namun, dirinya langsung menolak keras ketika razia melihat knalpot dari segi desain.
"Tapi kalau dasar desain yang tidak standar."
Baca Juga: Nekat Pakai Knalpot Brong di Wilayah Ini, Motor Langsung Disita Polisi
"Saya tidak setuju karena membunuh kreativitas," bilang pria yang menjual knalpot Purbalingga ini.
Agus Adiatmaja juga juga menjelaskan soal dampak dari adanya razia knalpot.
"Dampak terhadap penjualan knalpot sangat terasa untuk jenis knalpot motor," tuturnya.
"Sekarang teman-teman sudah banyak sekali pengurangan karyawan, rata-rata hampir 50%," tambahnya.
"Efek pandemi, kenaikan bahan baku, perang harga dan regulasi," jelas dia.
Baca Juga: Gencar Razia Knalpot Brong, Catat Nih Batas Maksimal Suara Knalpot
Begitu pula halnya dengan Daytona juga ikut menyoroti razia knalpot yang kian ramai.
Komentar itu disampaikan GM Products and Marketing PT. Daytona Azia, Ricky.
"Sebagai produsen, memang sebaiknya pihak kepolisian dilengkapi dengan dB Meter ketika melakukan razia dan penilangan seperti di luar negeri."