“Semuanya belum sempurna, jadi belum memungkinkan untuk memperebutkan kemenangan, tapi kami sangat dekat," ungkapnya.
"Motornya bagus, kami kehilangan cap terakhir daya saing. Saya percaya bahwa langkah demi langkah adalah mungkin untuk memperebutkan podium tahun ini," sebut Aleix.
Baca Juga: Kenapa Nih Jorge Lorenzo? Bully Cal Crutchlow Dan Aleix Espargaro Di Medsos
"Saya bertarung melawan mereka yang berjuang lebih atau kurang untuk naik podium, dan itu memberi saya energi yang luar biasa," jelasnya.
Energi juga datang dari tugasnya untuk mengenang mantan manajer timnya, mendiang Fausto Gresini, yang meninggal pada Februari lalu.
Penghargaan baru diberikan kepadanya akhir pekan ini, berkolaborasi dengan Grand Prix F1 Emilia-Romagna di mana satu menit keheningan juga diberikan untuknya.
Aleix Espargaro menyesali bahwa dia tidak lagi berada di sana untuk menyaksikan kesuksesannya.
Baca Juga: MotoGP Panas, Komentar Jorge Lorenzo Bikin Kesal Jack Miller dan Aleix Espargaro
“Saya bangga dengan apa yang kami lakukan dan saya pikir Fausto memperhatikan kami," ungkap Aleix.
"Saya menyesal karena sejak saya bersama Aprilia, ini adalah musim pertama saya begitu cepat, dan itu terjadi tanpa Fausto bersama kami. Itu tidak adil," bebernya.
"Saya ingin melihat wajahnya di dalam paddock setelah balapan seperti ini. Dia selalu percaya pada potensi saya," ucap Aleix.
"Berjuang di posisi ini dengan motor ini tanpa kehadiran Fausto membuat saya kesal," tegasnya.
Baca Juga: Resmi, Tim Aprilia MotoGP Launching Motor dan Line Up Pembalap Barunya