Michelin kerap mengubah-ubah jenis kompon ban setiap musimnya.
Kondisi yang membuat pembalap MotoGP kerepotan.
Padahal, pembalap MotoGP perlu kondisi stabil ban untuk mendapatkan setting motor yang diinginkan.
Kemudian, ECU Magneti Marelli membuat tim MotoGP pabrikan tidak bisa melakukan setting sebagaimana saat masih boleh pakai ECU sendiri.
Baca Juga: Duh, Bos KTM Gak Minat Lagi Dengan Tim Balap VR46 Milik Rossi, Kenapa?
Beberapa tim MotoGP memakai cara membajak insinyur Magneti Marelli terbaik untuk bisa memahami dan mencari potensi terbaik dari aturan ECU seragam di MotoGP.
Sebaliknya, tim Yamaha pabrikan ogah melakukan cara seperti tim MotoGP pabrikan lain yang membajak insinyur terbaik Magneti Marelli.
Yamaha pede dan yakin bisa membongkar atau meriser aturan ECU seragam Magneti Marelli.
Meskipun hingga beberapa tahun terakhir belum membuahkan hasil.
Sampai akhirnya Yamaha pabrikan menelan ludahnya sendiri yang tadinya ogah membajak insinyur Magneti Marelli.
Baca Juga: Memanas, Pengamat MotoGP Lempar Kritikan Pedas Untuk Valentino Rossi
Akhirnya Yamaha membajak insinyur Magneti Marelli dari Ducati, Marco Frigerio di 2019.
Apa efeknya kehadiran Marco Frigerio di tim Yamaha pabrikan?