"Ketika saya memutuskan untuk pensiun, saya menangis selama tiga hari."
"Saya tahu saya meninggalkan sesuatu yang tidak akan pernah saya dapatkan kembali," akunya.
"Kegembiraan yang diberikan oleh kemenangan, podium, penonton yang mencintaimu, tidak ada lagi yang mengucapkan," sambung Ago.
"Anda juga bisa menjadi presiden Fiat, namun menjadi orang penting tidak sama dengan memenangkan perlombaan motor. Sulit bagi siapa pun untuk mengatakan cukup,” tutupnya.