Namun, masih banyak yang berpikiran kalau motor koleksian enggak perlu sering diganti olinya. Alasannya, motor jarang dipakai.
Meski demikian, oli pelumas harus tetap diganti secara berkala. Umumnya motor perlu ganti oli setiap jarak 2.500-3.000 kilometer (km). Akan tetapi untuk motor yang jarang dipakai, oli perlu diganti setiap 6-12 bulan sekali.
Mengganti oli secara berkala perlu dilakukan supaya mesin tetap awet dan terhindar dari kerusakan. Mesin yang terawat tentunya akan memberi sensasi berkendara yang nyaman.
Baca Juga: Gak Cuma Satu, Ternyata Motor Punya Tiga Filter Loh, Apa Aja Sih?
2. Pastikan ban motor dalam kondisi baik
Selain oli, komponen yang perlu lo perhatikan adalah ban. Kondisi ban akan mempengaruhi kenyamanan motor saat dikendarai.
Sebelum motor dibawa berkendara, lo perlu mengecek kondisi ban depan maupun belakang. Jangan sampai lo harus berhenti di tengah jalan karena ban tiba-tiba kempes atau kurang angin.
Sebagai informasi, setiap sepeda motor punya kebutuhan volume udara ban sendiri tergantung dengan jenis ban. Oleh karenanya saat memompa ban, pastikan lo mengisi volume sesuai kebutuhan ban untuk menghindari risiko ban yang mudah bocor.
3. Periksa perangkat pengapian
Kinerja motor enggak terlepas dari perangkat pengapiannya. Kalau salah satu komponen pengapian rusak, motor enggak akan bisa berfungsi.
Baca Juga: Hobi Riding Pakai Motor Matic, Nih Teknik Mengerem yang Benar
Perangkat pengapian ini terdiri dari platinum, busi, kabel, kabel lampu, baterai, dan beberapa komponen penyusun lainnya. Semakin tua motor, maka semakin rentan komponen tersebut untuk mengalami kerusakan.
Biasanya, salah satu komponen yang sering menjadi masalah adalah kabel yang retak atau putus. Jika demikian, sebaiknya kabel jangan disambung lagi. Ganti kabel dengan yang baru untuk menghindari terjadinya korsleting listrik.