The Doctor juga membedakan dirinya sebagai pengusaha dalam karirnya dan tentunya tidak perlu terburu-buru untuk menjalankan bisnisnya dengan benar.
Sepele, Valentino Rossi membalap karena tidak bisa membayangkan hidupnya secara berbeda.
Baca Juga: Tim MotoGP Valentino Rossi Akhirnya Pilih Ducati, Gara-gara Adiknya?
Perasaan sama yang dialami oleh juara hebat seperti Francesco Totti, misalnya, yang kemudian ditutup oleh Roma dan dipaksa untuk mengatakan cukup.
Sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh, #46 tidak mau berhenti dalam kondisi seperti ini, tanpa tepuk tangan dari fansnya.
Valentino sadar bahwa setelah pensiunnya diumumkan, dia bisa menutup balapan terakhir dengan tidak membuatnya kehilangan pelukan dari fansnya.
Karena alasan inilah Rossi akan berusaha melakukan segalanya untuk merebut satu tahun lagi di tahun 2022.
Baca Juga: Hasil MotoGP Prancis Cuma Posisi 11, Valentino Rossi Salahkan Pembalap Ini
Ketika pandemi berakhir dan fansnya hadir di sirkuit untuk menemaninya menuju pensiun.