Find Us On Social Media :

WorldSBK Indonesia 2021 Akan Gunakan Sistem Bubble, Apa Maksudnya?

By , Senin, 07 Juni 2021 | 16:29
WolrdSBK Indonesia 2021 akan menggunakan sistem bubble atau gelembung, apa maksudnya? (WorldSBK.com)

Penerapan sistem ini bertujuan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

"Para atlet diharapkan hadir lima hari sebelum latihan dengan status sudah divaksin oleh enam vaksin yang sudah disetujui oleh WHO (World Health Organization) dan sebelum keberangkatan melakukan tes PCR," lanjut Sandi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Persiapan Penyelenggaraan World Superbike 2021 Indonesia Grand Prix. (Sekretariat Kabinet Republik Indonesia)

Baca Juga: Ini Alasan, Max Biaggi Dukung MotoGP dan WSBK Indonesia 2021

"Setelah kedatangan dalam karantina akan terus secara rutin dilakukan testing bagi para atlet," sambungnya.

"Dengan konsep bubble, kita harapkan ini menjadi event internasional yang membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia dapat menyelenggarakan event besar olahraga berskala internasional dengan mengacu kepada protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," jelasnya.

Tak hanya kepada para atlet, official, kru, maupun perangkat pertandingan, penerapan sistem gelembung juga dilakukan terhadap penonton.

Dari kapasitas 20 ribu penonton, jumlah keterisiannya akan ditentukan sesuai dengan perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Baca Juga: Pembalap Dunia Pertama Dukung Abis, Indonesia Jadi Host WSBK 2021

"Tentunya ini nanti disesuaikan dengan data Covid-19 pada saat November," sambung dia.

"Keputusannya apakah dari kapasitas penonton yang 20 ribu per hari itu adalah 10, 20, atau 30 persen nanti akan ditentukan pada saat terakhir," tambahnya.

"Dan penonton juga akan dilakukan sistem bubble melalui testing berjenjang dan diharapkan juga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," pungkas Sandi.

Sandi optimistis penyelenggaraan ajang internasional WorldSBK Indonesia 2021 dapat membangkitkan semangat dan menunjukkan kepada ajang kelas dunia lainnya bahwa Indonesia memiliki kesiapan dalam hal penyelenggaraan.