Find Us On Social Media :

Siapa Mau Pinjaman Rp 10 Juta untuk 57 Juta Orang dari Pemerintah Lekas Ambil di Bank BRI

By , Kamis, 10 Juni 2021 | 08:00
Foto ilustrasi antri ambil pinjaman di Bank BRI (Tribunbatam.id)

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, saat ini baru sekitar 20% usaha ultra mikro yang memiliki akses pembiayaan.

"Mudah-mudahan kita bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya yang semurah mungkin," kata Sunarso, Senin (8/2/2021).

Dia menjelaskan, usaha ultra mikro berada di bawah usaha mikro, dengan ticket size-nya di bawah Rp 10 juta.

Baca Juga: KTA Pinjaman Tanpa Agunan Sampai Rp 500 Juta Cicilan Bisa 15 Tahun Buruan Ajukan di Bank BNI

Tenor pinjaman bisa lebih pendek, karena banyak dari pelaku usaha ultra mikro kebutuhan pinjamannya harian.

BRI menyasar usaha ultra mikro karena bagian dari strategi BRI untuk menumbuhkan sumber-sumber pertumbuhan baru.

Selain itu, BRI juga mendorong nasabah mikro dan kecil untuk naik kelas.

Menurut Sunarso, selama ini sekitar 5 juta pengusaha ultra mikro mencari sumber pendanaan dari loan shark atau rentenir dengan bunga tinggi, 7 juta dari kerabat, dan 18 juta lagi masih bingung harus kemana mencari pinjaman.

Baca Juga: Masukkan Alamat Email dan Kata Sandi, Ajukan Pinjaman Tanpa Jaminan Rp 100 Juta dari Bank BRI

"Kita mencari sasaran yang lebih kecil, tapi jumlahnya banyak. Prosesnya memang harus digital, pelayanan melalui platform digital supaya cepat," ujar Sunarso.

Tahun 2021, BRI optimistis kredit mampu tumbuh di atas rata-rata industri nasional, dengan faktor pendukungnya loan to deposit ratio (LDR) yang terjaga di level 83,70 persen dibarengi perbaikan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga.

"2021 kita cukup optimistis dan confidence, tentunya kita fokus ke pertumbuhan mikro. Loan growth 2021 kita set di kisaran 6 persen-7%. LDR-nya di kisaran 85 persen dan untuk NIM kita jaga kisaran 6,3%," tutur Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno.

Sebagai informasi, kredit yang disalurkan BRI hingga Desember 2020 mencapai Rp 938,37 triliun atau tumbuh 3,89% year on year.