Jalan ini untuk mengakomodasi kendaraan yang mengalami kecelakaan serta para pembalap saat keluar lintasan, dan sebagai jalur yang dapat diakses oleh operator race dan ambulans.
Saat ini juga tengah dilakukan beberapa pekerjaan lain secara bersamaan, yakni penghamparan gravel bed, proses fabrikasi, dan pemasangan concrete barrier.
Baca Juga: WorldSBK Indonesia 2021 Akan Gunakan Sistem Bubble, Apa Maksudnya?
Kemudian pemasangan pagar debrish fence, pitwall Geobrugg, landscaping (pohon dan rumput) dan pekerjaan drainase permukaan kawasan JKK serta pekerjaan pondasi bore pile bangunan race control.
Race Control merupakan ruangan khusus yang diperuntukkan sebagai tempat melakukan supervisi dan mengatur jalannya balapan.
Ruangan ini harus memiliki persyaratan seperti peredam suara, koneksi jaringan telepon baik nasional maupun internasional, jaringan Wi-Fi, CCTV, TV, sistem pencahayaan, sistem waktu dan transponder.
Managing Director The Mandalika, Bram Subiandoro menyatakan rasa puasnya dengan kemajuan pekerjaan JKK hingga saat ini dan memastikan bahwa pekerjaan akan terus berjalan sesuai dengan timeline, termasuk target homologasi pada semester kedua 2021 ini.
Baca Juga: WorldSBK Indonesia Pernah Mampir 4 Kali Di Sirkuit Sentul, Kapan Aja?
"Kami harap seluruh kegiatan konstruksi berjalan dengan lancar dan optimal untuk menyambut event World Superbike (WSBK) November mendatang di The Mandalika,” ujar Bram dikutip dari Kompas.com, Rabu (30/06/2021).
Dalam upaya memastikan kualitas pengaspalan dan penyelesaian JKK sesuai dengan target, ITDC melakukan pemantauan perkembangan dan progres harian secara berkala melalui Mandalika Grand Prix Association (MGPA).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tembus 78,6 Persen, Jalan Kawasan Khusus The Mandalika Ditargetkan Rampung Sesuai Jadwal "