Layout sirkuit yang tidak menyisakan cukup waktu untuk mendinginkan ban.
Panas berlebih ini menyebabkan degradasi yang signifikan, yang mengurangi grip dan pada akhirnya membuat M1 semakin sulit dikendarai putaran demi putaran.
Baca Juga: Pesta Yamaha Di WSBK Inggris 2021 Bubar, Gara-gara Pembalap Tersesat
Sebagian besar pabrikan telah mengadopsi mapping torsi dan kontrol traksi yang agak mirip selama balapan.
Pembalap memulai balapan dengan mapping torsi maksimal karena ban belakang masih baru, sehingga dapat menyalurkan semua tenaga yang ada ke aspal.
Aspek fundamental terutama di awal dan di lap pertama untuk mengeluarkan yang terbaik dari para pesaingnya.
Pada titik ini mereka juga memiliki mapping kontrol traksi maksimal, yang bertujuan untuk membatasi slip dan menjaga keausan ban.
ECU Magneti Marelli (Paddock-GP.com)
Baca Juga: Profil Pembalap MotoGP Calon Pengganti Vinales di Yamaha yang Nikahi Adiknya Sendiri
Setelah beberapa putaran balapan, ban belakang aus, akibatnya pembalap beralih ke mapping torsi yang lebih lembut (Mapping 2 yang sering muncul di layar) untuk menyelamatkannya.
Pada saat yang sama, banyak yang memilih untuk menggunakan mapping kontrol traksi yang lebih terbatas juga.
Sebelum musim 2020, Yamaha menggunakan strategi mapping yang berbeda.
Pembalap akan memulai balapan dengan mapping torsi maksimal, tetapi dengan kontrol traksi yang rendah.