Selain diskon listrik, bantuan rekening abonemen listrik juga akan diperpanjang hingga bulan September 2021.
“Diskon listrik kepada 32,6 juta pelanggan ini akan diperpanjang yang tadinya enam bulan menjadi sembilan bulan, berarti ini sampai dengan bulan September."
"Untuk itu akan diperlukan tambahan alokasi Rp1,91 triliun," ujar Menkeu.
"Kemudian, untuk bantuan rekening abonemen listrik juga kita akan perpanjang sampai bulan September."
"Sehingga akan membutuhkan tambahan dana Rp 420 miliar,” lanjut Sri Mulyani.
Baca Juga: Bansos Rp 300 Ribu untuk 10 Juta Warga Dibagikan Pertengahan Juli Ini Siapkan KTP dan KK
Untuk membiayai berbagai tambahan belanja di bidang kesehatan, perlindungan sosial, program-program prioritas, dan berbagai insentif tersebut, Menkeu menilai penyesuaian atau refocusing anggaran perlu dilakukan.
Dalam sidang kabinet paripurna, refocusing anggaran telah disepakati sebesar Rp 26,2 triliun ditambah Rp 6 triliun yang berasal dari transfer keuangan dana desa.
“Anggaran ini kemudian dipakai untuk membiayai berbagai belanja di kementerian/lembaga untuk penanganan Covid, baik itu untuk vaksinasi, testing, tracing, maupun untuk biaya perawatan pasien, serta tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Sri Mulyani meyakini, penyesuaian anggaran ini tidak akan mengganggu belanja K/L karena belanja tersebut sudah diamankan, seperti belanja operasional, pegawai, multi-year contract, pemulihan ekonomi, bahkan penanganan Covid-19.
“Bapak Presiden dan Wapres menginstruksikan agar prioritas ini dipertajam."
"Sehingga, kita tetap bisa membantu seluruh masyarakat, terutama sektor kesehatan dan masyarakat dalam menghadapi Covid-19 yang sedang melonjak sehingga diperlukan PPKM Darurat,” tutup Sri Mulyani.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul INI Daftar Bansos yang Diminta Jokowi Cair Pekan Ini: BST Rp 300 Ribu hingga Kartu Prakerja