Namun sejak itu, CEO Aramco, Amin Hassan Nasser telah membuat beberapa pernyataan di mana dia menjelaskan bahwa perusahaan yang dia jalankan belum menandatangani kontrak dengan VR46 dan tidak berniat melakukannya.
Sebuah hal yang dikonfirmasi dengan fakta bahwa semua siaran pers mengenai aliansi baru ini ditandatangani oleh Tanal Entertainment, sebuah perusahaan milik pangeran Saudi, bukan Aramco.
"Aramco, salah satu perusahaan energi dan kimia terbesar di dunia, menegaskan bahwa pihaknya belum menandatangani perjanjian strategis dengan tim MotoGP VR46 atau afiliasi MotoGP lainnya," kata Aramco dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Autosport.
“Saya harap ini salah, tapi saya merasa kesepakatan itu tidak terwujud,” dikutip dari di situs yang sama.
Valntino Rossi juga menjawab tentang hal ini.
Baca Juga: Aramco Plin-plan, Nasib TIm VR46 Milik Rossi Gak Jelas di MotoGP 2022
“Kami baik-baik saja, saya sering berbicara dengan pangeran dan semuanya baik-baik saja,” ungkap Rossi.
Uccio Salucci juga memberikan komentarnya.
“Ini akan menjadi liburan yang aneh. Tubuh tidak di trek, tapi kepala selalu memikirkannya. Liburan yang sebenarnya tiba di bulan Desember," sebut Uccio.
"Saya berharap udara laut akan membimbingnya ke keputusan yang tepat. Kemudian kita lihat apa yang terjadi,” sambungnya.
“Kami harus menerima keputusan Vale, apa pun itu. Saya berharap keinginan sang pangeran menjadi kenyataan, tetapi Valentino harus memutuskan," jelas Uccio.
"Bagaimanapun, kami selalu berada di sisinya,” tambahnya.
Mengingat situasi tersebut, Valentino Rossi dapat mempertimbangkan untuk bergabung dengan saudaranya di VR46.