Rumah sakit yang dimaksud di dalam video adalah RSUD Caruban.
Unggahan Instagram @carubanid (Instagram.com/carubanid)
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Caruban, dr. Ali Murtadlo mengatakan, pasien dalam video tersebut berinisial T (45).
Ia merupakan warga Desa Kenongo Rejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
Ali membenarkan pasien tersebut memang sempat dibawa pihak keluarga pasien ke IGD.
Namun karena menolak untuk dilakukan tes swab, dokter tidak dapat mengambil tindakan.
Baca Juga: Modifikasi Harley-Davidson Jadi Kereta Jenazah, Begini Penampakannya
"Kami melakukan tindakan protap di IGD, dari hasil pemeriksaan pasien ini harus dirawat inap. Ruangan rawat inap kami bedakan, untuk pasien umum dan untuk pasien isolasi," kata Ali, dikutip dari TribunJatim.com.
Ali melanjutkan, pada saat akan dilakukan tes swab, ada satu orang saudara pasien yang ikut mengantar ke rumah sakit menolak tes.
Padahal, istri pasien sudah menyetujui untuk dilakukan swab.
"Istrinya menyetujui (tes swab), namun ada keluarga pasien menolak. Kami beri waktu 30 menit, tapi akhirnya mereka menolak dan memaksa untuk membawa pulang pasien," jelasnya.
Ali menuturkan, saat dibawa ke IGD, kondisi kesadaran pasien sudah menurun, perut membuncit, dan mengalami sesak nafas.
Terkait dengan video viral tersebut, sangat merugikan pihak RSUD Caruban, karena memberikan informasi yang tidak benar.