CZ 380 motor pertama dengan suspensi monoshock (motocrossadvies.nl)
Makanya, sokbreker monoshock buatan Lucien Tilkens ini punya travel alias jarak main suspensi lebih panjang, cocok buat motor trail.
Lucien Tilkens lalu menawarkan konsep monoshock ke beberapa pabrikan, terutama yang balapan di motocross.
Yamaha yang sangat peduli akan handling, langsung membeli hak paten monoshock dari Lucien Tilkens.
Baca Juga: JC Suspension Ungkap Pentingnya Kawal Crosser di Ajang Balap Motocross
Langsung di tahun 1973, Yamaha meluncurkan motor dengan monoshock untuk kebutuhan balap bernama YZM250.
Ternyata konsep monoshock yang dinamakan Monocross oleh Yamaha, beneran berguna buat balap.
Buktinya pembalap Yamaha Hakan Andersson, bisa menjuarai Motocross World Champion kelas 250 cc di tahun 1973.
Selanjutnya Yamaha menyempurnakan lagi sistem monocross, contohnya lokasi titik tekan sekarang di tengah rangka, mirip dengan sokbreker ganda konvensional.
Pierre Karsmakers di iklan Yamaha MX400 (flickr.com/tblazier)
Lalu biar travelnya bisa makin panjang, sokbrekernya juga tidak menancap di swingarm namun diberi link.
Kelebihan lain sistem link adalah menambah kestabilan, karena momentum saat tertekan bisa makin diredam oleh link.
Makanya pembalap motocross Yamaha makin senang, berkat penggunaan monocross di motor balap mereka.