Find Us On Social Media :

HUT RI Ke-76, Penggagas KOSMIK Indonesia Ternyata Punya Tujuan Mulia, Bukan Sekadar Suka Kendaraan Listrik

By , Selasa, 17 Agustus 2021 | 19:45
Peter Kho, penggagas KOSMIK Indonesia (Peter Kho)

"Itu baru dari sisi pengeluaran untuk BBM, kita juga bisa menghemat biaya bengkel dengan memakai kendaraan listrik," lanjut dia.

Peter pun kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai perbandingan motor listrik dengan motor bensin yang biaya perawatannya jauh lebih murah.

"Karena di kendaraan konvensional itu kita menggendong "kompor/genset bensin". Dan si kompor itu memiliki banyak sekali parts yang harus kita ganti rutin yang akhirnya menjadi biaya bengkel rutin,

Sedangkan kendaraan listrik kan sudah tanpa kompor untuk memasak energi."

"Karena si kompor sudah tidak lagi di sisi pengguna, tapi dipindah ke sisi PLN. Otomatis biaya komponen itu akan berpindah ke PLN juga.

Baca Juga: Meluncur Motor Listrik Honda Harga Setara Dengan BeAT Anti Mampir SPBU

Peter Kho membantu memajukan dunia kendaraan listrik di Indonesia (Peter Kho)

Ini kuncinya. Ibarat kita masak roti di rumah vs buat di pabrik. Biaya pembuatan di pabrik (skala massal seperti PLN) tentu akan jauh lebih murah dan ekonomis dibandingkan saat kita masak sendiri, bukan?," jelas Peter dengan rinci.

Peter juga mengatakan, KOSMIK Indonesia saat ini sudah semakin besar yang anggotanya bukan hanya pecinta sepeda motor listrik saja.

"Ya sebetulnya KOSMIK itu komunitas sepeda motor listrik. Tetapi sekarang anggota kita bahkan dari produsen bus listrik," kata pria ramah ini.

Sehari-harinya, Peter Kho membantu pemerintah untuk mencari terobosan penetrasi kendaraan listrik di Indonesia.

"Terutama di dua kota, yaitu Jakarta dan Bali. Tapi kebanyakan acara bersifat private antara pemerintah dan produsen," jelas dia.

Meski begitu, Peter mengaku saat ini perkembangan kendaraan listrik di Indonesia belum sesuai dengan harapannya.