"Terkadang tidak bisa dijelaskan, sulit dimengerti. Itu bisa terjadi antara pagi dan sore hari atau dari satu lintasan ke lintasan lainnya,” ungkapnya.
Terlalu banyak naik turunnya kinerja dan psikologis menurut tim asal Jepang tersebut.
Kemudian mereka tidak menoleransi perilaku buruk yang tidak dapat dibenarkan.
Kedatangan kepala kru baru Silvano Galbusera, adalah alarm yang sangat diinginkan oleh manajemen puncak Yamaha.
“Maverick sangat berbakat. Pada saat yang sama itu adalah misteri. Tetapi sangat penting baginya untuk merasa nyaman secara mental, kuat dan bahagia," sebut Lin Jarvis.
Baca Juga: Pindah ke Aprilia Gaji Maverick Vinales Cuma Bisa Buat Beli Yamaha NMAX Segini
"Dia pasti merasa berada di tempat yang tepat. Sehingga dapat menghasilkan hasil yang diinginkan," ucapnya.
"Ketika kami mendengar bahwa Maverick tidak lagi senang dengan kami, kami mencari solusi, seperti di masa lalu," singkat Lin Jarvis.
"Prinsip kami selalu tidak memaksa pembalap untuk tetap tinggal. Jika dia tidak senang, dia lebih baik meninggalkan kita," bilangnya.
"Ini lebih baik untuk tim, untuk pembalap dan untuk semua orang yang terlibat,” tutup Lin Jarvis.
Baca Juga: Dibuang Yamaha, Pembalap Ini Resmi Gantikan Maverick Vinales di MotoGP Inggris 2021