Akhirnya pada 1997 bermodalkan Rp3,7 juta, juragan membuka bengkel dengan nama Asep Hendro Racing Sport (AHRS).
Dengan penuh ketekunan dan keuletan, Asep membangun bisnisnya tersebut.
Ia yang membuka modifikasi motor serta bengkel umum serta memproduksi jaket kulit dan sarung tangan kulit makin lama makin berkembang.
Baca Juga: Profil RAW, Mantan Artis FTV Yang Banting Setang Jadi mekanik Balap
Nama AHRS semakin melejit setelah menjual wearpack.
Baju balap AHRS (Motor Plus/Erwan)
Saat itu ia memutuskan untuk mengembangkan lagi bisnisnya dengan membuat racing suit asli buatan lokal.
Peluang pembuatan racing suit dinilai cocok karena saat itu pembalap tanah air masih menggunakan brand luar negeri.
Ini yang membuat para pembalap Indonesia harus mengeluarkan kocek lebih.
Sementara wearpack bikinan pria yang memulai karirnya sebagai pembalap grastrack pada 1988 ini ditawarkan jauh lebih murah.
Bayangkan nih pada tahun 1998 hingga 2000an hanya baju balap luar negeri dibanderol dengan harga mulai 8 jutaan.
Sementara baju balap AHRS hanya dibanderol Rp 2,1 juta
Terbaru, AHRS mulai ikut mengembangkan produknya dengan menjual jaket motor safety