Hal ini membuatnya tertarik untuk kembali ke dunia balap motor setelah absen nyaris dua dekade.
Acid buka jalan pembalap muda lewat Alrasyid Indo Racing (Pradana/GridOto)
Namun, kali ini dia ingin peran yang berbeda.
“Saya lihat pembalap yang latihan sekarnag bukan lagi seumuran saya saat baru mulai, justru anak-anak kecil yang start balap aja motornya masih harus dipegangin bapaknya,” ungkap Acid.
“Gilanya lagi anak-anak ini skill-nya juga udah melebihi skill kami-kami pas mulai balapan dulu, bayangin aja baru balapan mereka udah elbow down semua,” jelasnya.
Melihat hal itu, Acid memutuskan untuk membentuk AIR bersama Harlan dan teman-temannya yang lain ketika masih aktif di dunia balap.
Baca Juga: Pembalap Cilik Indonesia Siap-siap, FIM MiniGP Indonesia Akan Digelar Pada Tahun Depan
“Saya ingin anak-anak ini ada yang membimbing dan membuka jalan untuk menyalurkan bakat-bakat mereka," sebut Acid.
“Apalagi kalau lihat di luar negeri itu pembalap motor sudah mulai dididik dari umur belia, jadi kenapa nggak kami coba support?” ucapnya.
Buah pertama dari proyek AIR adalah Alrasyid SND AP10, motor MiniGP yang didesain untuk pembalap motor muda umur 9 hingga 16 tahun.
Motor balap MiniGP sengaja dipilih untuk membantu membiasakan para pembalap muda Indonesia berlatih menggunakan motor balap sport mini.
Alrasyid Indo Racing siap mewadahi pembalap muda di kelas MiniGP menuju ajang balap dunia (Pradana/GridOto)
“Karena kalau lihat di luar negeri, pembalap-pembalap motor di sana sudah latihan pakai motor sport mini sejak masih kecil, bahkan sejak masih umur 4-5 tahun,” lanjut Acid.