Tetapi jangan salah brother, prangko itu masih bisa ditemukan di sejumlah museum prangko, termasuk di Museum Prangko Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Kepala Museum Prangko TMII Cadria Aditama menjelaskan, prangko pertama di Hindia Belanda itu tidak dicetak di wilayah nusantara, melainkan di Belanda.
"Prangko pertama yang Willem III itu percetakan Belanda. Dicetak di Belanda untuk disebarkan di nusantara," kata Cadria dikutip dari Kompas.com.
Saat ini, prangko dengan kode nama N-1 ini cukup langka dan dicari oleh kolektor prangko alias filatelis.
Mengutip Kompas edisi 15 Oktober 2006, harga prangko pertama di Hindia Belanda ini semakin hari semakin tinggi karena jumlahnya yang makin langka.
Baca Juga: Motor Matic Baru Pakai Mesin BMW, Yamaha NMAX dan Honda PCX Minder
Sekretaris Jenderal Persatuan Filatelis Indonesia (PFI) saat itu, Rijanto, mengatakan, prangko pertama di Hindia Belanda itu bisa dihargai hingga Rp 1,6 miliar brother!
Malahan konon harganya kini bisa jadi lebih mahal.
Kalau mau dibandingkan, harga prangko senilai Rp 1,6 miliar ini setara dengan puluhan unit motor.
Ambil contoh Yamaha All New NMAX 155 Connected ABS yang menjadi tipe tertinggi di NMAX.
Ilustrasi All New Yamaha NMAX Connected/ABS. (YIMM)
Mengutip situs resmi Yamaha, harga per unitnya sendiri dibanderol Rp 34,300,000 OTR Jakarta.
Dengan harga prangko di angka Rp 1,6 miliar tersebut, brother bisa tebus sekitar 46 unit NMAX tipe Connected ABS bro!