Find Us On Social Media :

Geger Oknum Polisi Pukul dan Tendang Pemotor, Berawal Gara-gara Gak Bawa SIM dan STNK

By , Rabu, 29 September 2021 | 17:00
Geger oknum polisi tega pukul dan tendang pemotor, awalnya gara-gara enggak bawa SIM dan STNK, begini kronologi lengkapnya. (Kompas.com)

Melalui Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko membenarkan adanya kejadian tersebut.

Peristiwa oknum Polantas Bima memukul dan menendang pengendara motor itu terjadi di Jalan Kalaki, Desa Panda, Bima, Senin (27/9/2021) terjadi saat Operasi Patuh Rinjani 2021.

Baca Juga: Diproses Propam Begini Kronologi dan Alasan Polisi Tendang Yamaha RX-King Sampe Terpental

Pengendara motor yang merupakan warga Desa Tenga, Kecamatan Woha, Bima tidak bisa menunjukan kelengkapan surat-surat kendaraan yaitu SIM dan STNK hingga berujung cekcok dengan oknum polantas.

"Kami mengakui terjadi aksi pemukulan kemarin oleh anggota kami saat pelaksanaan Operasi Patuh Rinjani," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/9/2021).

Usai kejadian, Heru lantas memanggil oknum anggota polantas tersebut untuk diperiksa oleh Provos dan ditahan sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Datangi rumah korban untuk meminta maaf

Lebih lanjut, pihaknya juga telah mendatangi langsung keluarga pengendara motor yang menjadi korban pemukulan untuk menyampaikan permohonan maaf.

Baca Juga: Kejam, Polantas Tendang dan Pukul Ojek Online Meski Sudah Minta Maaf dan Merunduk Ampun

"Alhamdulilah permintaan maaf kami diterima baik oleh orang tua korban," terang Heru.

Ia mengimbau, masyarakat agar tetap mentaati semua aturan lalu lintas.

Sebab melanggar aturan lalu lintas menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan yang berujung pada kerugian material, bahkan meninggal dunia.

"Kepada seluruh masyarakat atau pun orang tua agar memberikan pemahaman kepada anak-anaknya agar patuhi semua aturan lalu lintas. Ia juga akan membimbing dan membina semua personel Polres Bima agar hal seperti itu tidak terjadi lagi," jelasnya.