“Jas hujan bisa membuat asupan udara ke filter udara, sehingga pembakaran tidak sempurna, efeknya nanti ndut-ndutan,” katanya dilansir dari Tribunnews.
Bahkan jika saluran tertutup rapat, bukan tidak mungkin motor bisa mati total.
“Sementara kalau injeksi (PGM-FI) meski saringan udara ditutup sama sekali juga tidak akan mati. Hanya jalannya saja tidak mulus,” tambahnya.
Selain itu setelah pemakaian sebaiknya dibersihkan dahulu.
Air yang menempel membuat jas hujan lembab dan lama untuk keringnya.
Bahkan air yang menempel bisa membuat jas hujan nampak kotor, dikarenakan air yang menempel bisa saja tercampur dengan lumpur dan debu akibat guyuran air dari ban belakang motor.
Baca Juga: Anti ke SPBU Muat 4 Orang Gak Kehujanan, Harga Lebih Murah dari Honda BeAT
Untuk membersihkan brother bisa membahasai dengan air lalu dilap dengan kanebo.
Setelah mencuci, langkah selanjutnya yang perlu lakukan adalah mengeringkannya.
Namun, untuk mengeringkan jas hujan tidak boleh sembarangan.
Sebab, hal tersebut punya pengaruh terhadap daya tahannya.
Baca Juga: Street Manners: Pakai Cover Sepatu Saat Hujan Rawan Celaka?
Jadi cukup keringngkan yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung.