Find Us On Social Media :

Polisi Siapkan 65 Kamera Tilang Elektronik Untuk Awasi Praktik Pungli, Dipasang di Lokasi yang Sering Ada Razia

By , Rabu, 10 November 2021 | 08:25
Ilustrasi tilang elektronik. Polisi Siapkan 65 Kamera Tilang Elektronik Untuk Awasi Praktik Pungli, Dipasang di Lokasi yang Sering Ada Razia (Tribunnews.com)

MOTOR Plus-online.com - Polisi siapkan 65 kamera tilang elektronik untuk awasi praktik pungutan liar (pungli).

Polda Metro Jaya diketahui berencana memasang 65 kamera tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di titik-titik yang rawan pungli.

Untuk mengaplikasikan rencana ini, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Kalau titiknya sudah kami tentukan bersama Pemprov DKI Jakarta. Pemprov berencana menganggarkan 65 kamera itu,” ungkap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, Selasa (9/11/2021).

Argo mengatakan, sistem pengadaan ETLE mulai dari perencanaan, penganggaran, dan pelelangan berada di tangan Pemprov DKI Jakarta. Sebab 65 kamera itu sifatnya hibah untuk Ditlantas Polda Metro Jaya.

Sehingga pihaknya belum dapat memastikan kapan waktu perluasan ETLE tersebut.
Sementara, saat ini pihaknya masih menggodok titik-titik yang akan dipasangi kamera ETLE.

Rencananya bukan hanya jalan yang rawan pelanggaran saja yang akan dipasangi ETLE.

Tetapi juga jalan-jalan yang rawan terjadi razia liar atau praktik pungli.

Baca Juga: Viral Foto Anggota Polisi Dijemur Panas-panasan Karena Diduga Lakukan Pungli, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

“Titiknya campur-campur terutama yang belum ada jaringan ETLE kami tetapkan. Tapi, kami mau modifikasi. Jadi, yang sekarang ini lebih pada lokasi dimana polisi banyak melakukan razia. Misalnya di Jalan Layang Pesing atau di arah Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Kalimalang,” jelasnya.

Diharapkan dengan dipasangnya kamera ETLE, maka praktik pungli bisa diminimalisasi karena ini mengurangi interaksi antara pengendara dan polisi lalu lintas.

Lebih lanjut Argo menjelaskan, arus lalu lintas di Jakarta perlahan mealami kenaikan atau lonjakan seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 1.

Argo Wiyono mengatakan volume kendaraan naik 15 sampai 20 persen.