Seperti halnya kondisi lintasan alias trek sirkuit Mandalika ini tidaklah semua memiliki elevasi yang rata, tapi bukan bumpy alias bergelombang loh!
Misalnya, seperti Tikungan 5 menuju tikungan 6 dan 7, kontur permukaan aspal sirkuit Mandalika justru lebih rendah ke sisi kanan.
Nah, setidaknya hal ini ditujukan agar ketika hujan turun, air tidak lama menggenang di permukaan aspal.
Justru air akan cepat mengalir ke sisi sirkuit yang sudah dilengkapi drainase.
Dengan begitu, aspal sirkuit ini akan lebih cepat mengering jika dibandingkan dengan permukaan aspal yang rata.
Baca Juga: Ini Link Live Streaming Asia Talent Cup 2021 di Sirkuit Mandalika, Kuy Dukung Pembalap Indonesia
Bicara elevasi alias kemiringan, tenyata sirkuit Mandalika ini juga tidak sepenuhnya datar loh!
Tidak seperti dahulu ketika Dorna Sports merilis video dalam bentuk 3D bagaimana berkendara di atas trek dengan 17 tikungan ini.
Misalnya setelah Tikungan 11 menuju Tikungan 12, trek sedikit memiliki elevasi menajak, sebelum akhirnya kembali turun selepas Tikungan 14.
Begitu juga ketika usai melintasi Tikungan 16 menuju Tikungan 17 alias tikungan terakhir, trek juga dibuat sedikit menanjak.
Lalu, kembali datar setelah lepas dari Tikungan 17 menuju trek lurus depan paddock hingga Tikungan 1.
Sekali lagi, terima kasih untuk PT Pertamina (Persero) atas undangannya dan juga untuk ITDC serta MGPA atas izinnya memperbolehkan kami menjajal sirkuit yang indah ini.
Semoga di MotoGP Indonesia 2022 nanti, sirkuit ini akan menjadi semakin indah lagi.