Ezy sudah mengikuti semua prosedur pemeriksaan kesehatan dan keamanan.
Mentaati protokol kesehatan, hingga ketentuan tidak membawa makanan.
Selama berjam-jam menunggu dia tidak tahu harus membeli makanan dimana.
Sehingga mereka dalam kondisi lapar menunggu balapan.
"Dibatalkan tanpa ada komunikasi, kita tidak tahu alasannya," kata Ezy.
Baca Juga: Race Asia Talent Cup di Sirkuit Mandalika Batal Digelar, Begini Alasannya
"Masyarakat tidak ada yang tahu mau beli makanan dimana, mau beli nasi dimana?" jelasnya.
Jika memang dibatalkan, harusnya ada informasi lebih awal sehingga mereka tidak terlalu kecewa.
"Menurut saya ini momen kebahagiaan masyarakat lokal yang dimana ini kan gratis," sebut Ezy.
Dia berharap kejadian seperti itu tidak terjadi lagi.
Apalagi masyarakat dari berbagai daerah datang karena antusias ingin menonton.
Amri, salah seorang warga dari Kota Mataram juga mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut.
"Yang kita sesalkan kita masuk ke mari tidak gampang pak, kita harus pakai antigen, kedua kita harus punya aplikasi peduli lindungi. Sudah gitu kita ngantri untuk masuk ke mari. Setelah masuk ke mari dibatalkan tanpa pemberitahuan apa pun," sesalnya.