Find Us On Social Media :

Apa Rasanya Jadi Warga Yang Masih Tinggal di Tengah Sirkuit Mandalika?

By , Minggu, 21 November 2021 | 13:49
Apa rasanya menjadi warga yang masih tinggal di tengah-tengah sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat? (Google.com)

"Sapi di sini semuanya terikat. Banyak juga yang sudah dimasukan ke kandang karena panitia sudah mewanti-wantinya," ungkap Rame.

Agar memiliki akses keluar dan masuk rumah mereka yang berada di area sirkuit, warga Dusun Bunut harus memakai gelang 'sakti' atau gelang pengenal sob.

Tanpa gelang tersebut, jangan harap mereka bisa melewati penjagaan ketat sirkuit Mandalika selama WSBK Indonesia 2021 berlangsung.

Meski begitu, warga setempat sudah bersedia meninggalkan rumahnya di Dusun Bunut dan pindah ke daerah lain.

Soal uang ganti rugi pembayaran tanah, ITDC dan warga juga sudah sepakat di angka Rp 75 juta per are (100 meter persegi).

Baca Juga: Hasil Race 3 Asia Talent Cup 2021 di Sirkuit Mandalika, Pembalap Indonesia Nyaris Podium

Suprayadi (warga Dusun Bunut lainnya) menjelaskan, rata-rata warga setempat memiliki lebih dari 20 are untuk satu keluarga besar (lebih dari satu KK).

"Harga tanah sudah disetujui Rp75 juta per are. Tapi ini ada bangunan, dan mereka belum kasih harga untuk bangunannya," jelas Suprayadi.

Sebelumnya, pembebasan lahan juga sempat menghambat pengerjaan drainase yang tidak jauh dari tikungan 13 di sirkuit Mandalika.

Alhasil pengerjaan drainase di sisi kanan track line sempat terputus dan harus menunggu beberapa rumah warga dibongkar.

Permasalahan tersebut pun berhasil diatasi dan para warga yang sempat bertahan bersedia direlokasi.

Baca Juga: Siapa Toprak Razgatlioglu, Juara Dunia WSBK 2021 Bikin Geger Mandalika