Ada tiga korbannya, di antaranya adalah wartawan warga negara Jepang.
Lalu korban melapor ke Polisi, dan personel Jatanras Polda NTB, langsung melakukan pengejaran di lokasi.
Tertangkaplah satu orang.
"Dari pengembangan mereka melakukan penyelidikan dan akhirnya ditemukan dua komplotan pencopet yang kabur setelah 1 temannya tertangkap, dan berhasil ditangkap di Pelabuhan Lembar, saat mereka hendak kabur ke (Pulau) Bali," jelas Direktur Reserse & Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata.
Lalu bagaimana mereka melakukan operasinya dan apa yang diincar?
Baca Juga: Jelang Tes MotoGP Indonesia 2022, Marc Marquez Akan Digantikan Lagi Sepanjang Musim?
"Ada dua, dompet dan handphone. Tapi untuk di Indonesia, hanya handphone, karena orang Indonesia biasanya tak banyak bawa uang," kata Komplotan Pencopet yang paling senior alias lama beroperasi.
Lalu, berapa paling banyak dapat dari hasil copet? "Rp200 juta, Pak, saat di Makau," jawabnya.
Jadi hasil copet senilai Rp 200 juta berupa uang asing dan HP, saat mencopet di Makau, China.
Komplotan tersebut juga memberikan trik agar aman dari pencopet.
"Pertama, tas taruh di bagian depan, kedua, tidak boleh ada sedikit pun resleting yang terbuka, walaupun sedikit saja," ungkapnya.
Jika salah satu tidak dilakukan, maka besar kemungkinan akan jadi target pencopet.
Pencopet, tambahnya, akan kesulitan jika tas berada di depan, atau bahkan handphone dipegang menggunakan tangan.