Royadi tak menampik bahwa selama ini sudah biasa terjadi pungutan pembayaran atas penggunaan toilet di beberapa SPBU, tak terkecuali di Jakarta.
Namun, kata Royadi, untuk SPBU milik perorangan dengan kode 34, selama ini tidak pernah menerapkan pembayaran kepada pengguna toilet.
"Selama SPBU ini berdiri kami juga tidak ada pembayaran untuk penggunaan toilet bagi masyarakat atau orang yang isi bensin di sini," kata Royadi.
Royadi mengatakan, toilet berbayar di benerapa SPBU biasanya dikelola oleh pihak ketiga.
Baca Juga: Toilet Di SPBU Muri Tegal Gratis Setelah Erick Thohir Marah Sampai Keluarkan Surat
Dia pun tak menampik bahwa seseorang pernah mencari peluang untuk dapat mengontrak bagian toilet SPBU di tempatnya bekerja.
"Di sini juga pernah ditawari. Untuk toiletnya dikontrak dan dikelola. Beberapa yang bayar juga seperti itu, dikontrak beberapa waktu untuk wilayah, nanti dia yang bersihkan, tapi nanti penggunaan toilet itu bayar," ucap Royadi.
Toilet di SPBU Kebayoran Baru langsung pasang tulisan gratis, setelah Erick Thohir geram temukan toilet di SPBU ternyata harus bayar (Kompas.com)
Kompas.com kemudian menyisir beberapa SPBU di Ibu Kota, baik milik pemerintah maupun swasta di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.
Berdasar hasil penelusuran kali ini, Kompas.com tidak menemukan kotak uang atau penjaga toilet berbayar.
Sebelumnya, Erick Thohir merespons ramainya perbincangan masyarakat beberapa waktu terakhir tentang pungutan sebesar Rp 2.000 di toilet SPBU.
Sementara itu, Corsec Subholding Commercial And Trading Pertamina Irto Ginting mengatakan bahwa Pertamina akan melakukan sosialisasi kepada seluruh pemilik SPBU untuk menggratiskan penggunaan toilet di SPBU, baik itu yang dimiliki penuh oleh Pertamina maupun yang bermitra dengan pihak swasta.