Beruntungnya pengeroyokan itu tak membuat Brigadir Irwan mengalami luka serus.
"Sudah (lapor ke Polres Jaksel) sudah diperiksa juga. Sudah laporan ke kapolda juga," sambungnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, peristiwa bermula saat Brigadir Irwan sedang melintas bersama istrinya di kawasan Pondok Indah pada dini hari.
Saat melewati Bundaran Pondok Indah, dirinya melihat gerombolan pelaku balap liar dan berinsiatif membubarkannya.
Baca Juga: Viral, Video Polisi Kejar Pelaku Balap Liar, Penonton Dan Pembalap Kocar-Kacir
Namun, para pelaku balap liar itu memberikan perlawanan dan mengeroyoknya di hadapan sang istri.
Bahkan, Brigadir Iwan diteriaki polisi gadungan oleh para pelaku saat dia mengambil kunci motor salah satu anggota pelaku aksi balap liar tersebut.
"Korban berinisiatif mengambil salah satu kunci motor untuk membubarkan balap liar," ucap Zulpan.
"Namun sekelompok orang tidak dikenal tersebut melakukan penyerangan terhadap korban dengan meneriaki korban polisi gadungan," tambahnya.
Baca Juga: Wow Tutup Jalan Buat Gelar Balap Liar, Dendanya Tembus Rp 1 Miliar
Pengeroyokan itu dilakukan di depan istri korban, S, dan sejumlah anggota keluarganya.
"Melihat korban dipukuli, istrinya bersama dengan keluarga coba melerai kejadian tersebut dan memberitahukan bahwa memang benar korban adalah anggota Polri," ungkap Zulpan.
Namun, para pelaku balap liar itu tak menanggapi pernyataan istri korban dan terus melakukan penganiayaan.