"Motor itu punya karakter dan segalanya seperti itu. Semua rookie kuat, itu membuat saya gugup, karena mereka terus menjadi lebih cepat dan lebih cepat," sambungnya.
"Maksud saya lihat dia (Francesco Bagnaia), dia memuncaki tes di Malaysia, jadi dia bilang 'ah saya butuh waktu dan ini, itu dan yang lainnya', itu omong kosong," lanjut Miller.
Baca Juga: Bikin Bangga, Sirkuit Mandalika Bebas Banjir Jelang Tes Pramusim MotoGP 2022 Indonesia
“Tetapi mereka terus menjadi lebih cepat dan lebih cepat. Jorge telah melakukan pekerjaan yang fantastis dan melewatkan beberapa balapan tahun ini," jelasnya,
"Tapi dia datang dengan profesionalisme yang mungkin saya lewatkan ketika saya masuk," lanjutnya.
"Dia benar-benar melangkah bagus dan dia melakukan pekerjaan yang fantastis dengan keahlian balapnya," sambung pembalap Australia itu.
"Butuh waktu lama untuk saya belajar, tapi saya pikir dia (Jorge Martin) pembalap yang sangat lengkap. Dia dan Bastianini memakai motor berusia satu tahun itu tidak menyenangkan," lanjut Miller.
Miller juga sedikit flashback bagaimana dia mengalahkan Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci saat masih di tim satelit Ducati.
"Saya tahu bagaimana perasaan Dovi dan Petrucci ketika saya melakukannya kepada mereka dan itu pasti bukan perasaan yang baik," lanjutnya.
"Saya berharap para rookie ini akan sedikit melambat. Tapi itu juga membuat saya semakin tertarik untuk mencoba dan meningkatkan diri dan menjadi pembalap yang lebih baik," pungkas Jack Miller.