Find Us On Social Media :

Ramai Kasus Oli Palsu, Bikers Harus Tahu Nih Jenis-jenis Oli Yang Beredar Di Bengkel Motor

By , , Rabu, 15 Desember 2021 | 11:50
Ilustrasi ganti oli. Ramai Kasus Oli Palsu, Bikers Harus Tahu Nih Jenis-jenis Oli Yang Beredar di Bengkel Motor (GridOto.com)

“Suhu mesin lebih terjaga dengan oli tipe ini, sehingga cocok untuk motor tipe sport. Kemudian daya lumas lebih bagus karena bentuk partikel yang cenderung sama sehingga lebih kuat terhadap gesekan, juga membuat suara mesin lebih halus. Sehingga jadwal penggantian oli bisa lebih lama jika dibandingkan dengan semi sintetik,” buka Yoni Putranto selaku product development dari Yamalube.

4. Oli Full Sintetik Ester

Ini diperuntukan untuk kebutuhan balap, dimana mesin selalu bermain pada rpm tinggi dan membutuhkan suhu yang stabil.

Oli full sintetik ester ini termasuk dalam base Oil Grup 5 yang merupakan base oil tingkat tertinggi saat ini.

Baca Juga: Deretan Kasus Oli Palsu Yang Bikin Geger, Untungnya Tembus Segini Per Botol

Keunggulan kandungan ester ini memiliki 0% shear loss atau memiliki tingkat keausan 0%.

Sehingga, bila mesin diberikan oli yang mengandung ester, akan memiliki tingkat keausan yang minim, life time yang jauh lebih lama dan peningkatan performa yang bagus dibanding menggunakan full sitetik.

“Oli tipe ini sangat cocok digunakan dalam kompetisi balap. Fungsi ester melindungi mesin pada rpm tinggi selama balap berlangsung. Selain itu oli ini dapat menjaga suhu mesin lebih stabil, semakin lama dia bekerja justru output power mesin akan semakin lebih baik,” lanjut pria bebas nikotin ini.

Pengujian

Untuk melihat perbedaan dari ketiga tipe oli ini, maka dilakukan pengujian di atas mesin dyno. Memang tidak mewakili performa masing-masing base oil secara keseluruhan, tapi setidaknya kita bisa melihat ada perbedaan.

Pengujian dilakukan di Yamaha Flag Ship Shop yang berada di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dengan mesin dyno Sportdyno V3.3.

Motor yang digunakan sebagai bahan uji coba adalah Yamaha YZF-R25 dalam keadaan standar menggunakan bahan bakar Pertamax Plus dan odometer baru menunjukan angka 3.428 km.

Pengukuran dilakukan dalam ruangan ber-ac dengan suhu ruangan 25° celcius. Untuk melihat panas mesin menggunakan Krisbow Infrared Thermometer, laser ditembak ke bagian blok mesin dengan jarak kurang lebih 1 meter.