Find Us On Social Media :

Jadi Sirkuit Balap Liar, Ancol Sempat Menyandang Gelar Sirkuit Internasional Loh

By , Selasa, 21 Desember 2021 | 09:00
Ditunjuk sebagai sirkuit 'resmi' pelaku aksi balap liar, kawasan Ancol sempat menyandang gelar sirkuit Internasional. (fastnslow.net)

Lalu berhamburan sponsor lagi dari Pertamina, Honda, Yamaha, dan Suzuki.

Setelah Tinton Soeprapto dan teman-teman balap lainnya menyutujui menggunakan ancol sebagai lintasan balap, lalu Gubernur Soeprapto mengirim desposisi kepada Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) yaitu Hutomo Mandala Putra atau yang biasa akrab dipanggil Tommy Soeharto.

Gubernur Soeprapto memperbolehkan menggunakan Sirkuit Ancol sampai ada penggantinya.

Menurut perhitungannya, setelah sepuluh tahun, kawasan itu tak lagi ideal sebagai arena balap.

Setelah sepuluh tahun, Sirkuit itu dikepung oleh perumahan mewah milik Jaya Real Estate.

Baca Juga: Polisi Gelar Forum Diskusi dengan Pembalap Liar Minggu Depan, Apa Saja yang Dibahas?

Luas arena yang awalnya 40 ha, mengecil menjadi 12 ha.

Pemilik rumah dekat Sirkuit Ancol merasa terganggu karena Polusi asap knalpot dan deru mesin balap yang mengoyak telinga warga pemukiman.

Lama-kelamaan, sarana di dalam arena sirkuit banyak yang rusak.

Barangkali satu-satunya yang masih mulus cuma lintasan aspal.

IMI pun memang sudah merencanakan membangun sirkuit baru di daerah Sentul, yang saat ini dinamakan Sirkuit Internasional Sentul.

Setelah Sirkuit Ancol diambil alih, pada tahun 1993 Sirkuit Sentul pun resmi dibuka.

Semua pembalap sampai saat ini mengikuti ajang balap di Sirkuit Sentul.