Find Us On Social Media :

Jadi Tempat Balap Liar, Jawara Balap di Sirkuit Ancol Kerap Dijuluki Setan Ancol

By , Kamis, 23 Desember 2021 | 10:26
Sony Saksono, pembalap Indonesia di zaman sirkuit Ancol. (widodogroho.com)

Pemilik rumah dekat Sirkuit Ancol merasa terganggu karena Polusi asap knalpot dan deru mesin balap yang mengoyak telinga warga pemukiman.

Lama-kelamaan, sarana di dalam arena sirkuit banyak yang rusak.

Barangkali satu-satunya yang masih mulus cuma lintasan aspal.

Para jawara balap di Ancol memang kerap dijuluki 'Setan Ancol'.

Saat itu Honda GL100 pun pernah berjaya di sirkuit Ancol.

Baca Juga: Jadi Sirkuit Balap Liar, Ancol Sempat Menyandang Gelar Sirkuit Internasional Loh

Banyak pembalap dunia yang pernah balap di Ancol.

Saat itu, lahir juga pembalap-pembalap Indonesia, seperti Abauw atau Hendra Tirta Saputra.

Kalau Abauw balap di Malaysia, enggak ada musuhnya karena pasti dirinya yang menang.

Pembalap era Ancol yang paling hebat adalah Sony Saksono, atau nama lengkapnya adalah Saksono Sastro Atmodjo, Lahir 3 Desember 1946.

Beliau berasal dari keluarga besar Sastro Atmodjo, adik dari Anwari S.A (pembalap era '60-an), Sarsito S.A yang juga masih kakak kandung dari Sidarto S.A (pembalap motor dan mobil era '70-an).

Sony Saksono adalah pembalap kenamaan Indonesia era '60-'70an.

Bahkan satu satunya dalam sejarah GP 500, pembalap asal Indonesia yang pernah naik podium kedua di GP Zandvoort, Belanda.