Baik dari segi ketersediaan bahan baku, intensitas dan kontinyunitas produk, serta perbaikan kemasan prodak.
Dikurasi melalui proses penyeleksian terhadap produk yang akan dipasarkan sesuai standar.
Proses kurasi, kata Rohmi, sangat penting bagi industri perhotelan dan restoran.
Sehingga produk UMKM layak dipasarkan atau digunakan di tempat tersebut.
”Apalagi potensi yang kita miliki di NTB cukup berlimpah. Untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh UMKM,” ujar Rohmi, didampingi Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi.
Perhotelan juga membutuhkan bahan dan produk UMKM lokal untuk melngkapi kebutuhan hotel.
Seperti sabun, shampo, kopi, teh, dan bahan sembako untuk konsumsi harian pengunjung hotel.
Selain itu, Rohmi menekankan UMKM, industri perhotelan, dan jasa travel pariwisata lebih banyak mempersiapkan paket wisata.
Karena saat MotoGP Indonesia 2022, pengunjung tidak hanya menonton balap, namun juga butuh atraksi dan hiburan.
”Ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi untuk memperhatikan paket wisata sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat,” jelas Rohmi.
Selain itu, dia menekankan selama penyelenggaraan event, penerapan Prokes Covid-19 wajib diperhatikan.
”Karena pandemi belum berakhir,” tutupnya.