Pada bagian pit, terdapat ruangan yang mampu menampung 30 mobil balap atau 50 motor balap.
Cukup memadai untuk 2 orang pit crew masing-masing pembalap.
Selain itu, ada juga tower kontrol yang terdiri atas 3 lantai dimana lantai teratas digunakan untuk score board dan TV juga tempat wartawan dan polisi ditempatkan.
Lantai pertama bangunan tower ini digunakan sebagai ruangan race control, dokter dan bendera.
Lantai kedua bangunan ini sendiri digunakan sebagai ruang pengecekan waktu dan kantor panitia perlombaan.
Layout sirkuit ini menjadi kurang lebih sama seperti sirkuit perkotaan dengan jalur lurus yang mendominasi dipadukan dengan tikungan patah.
Hanya saja, karena pembangunan di Jakarta zaman '70-an dulu belum sepesat sekarang.
Bayangkan saja daerah desa atau perumahan yang belum dibangun sehingga hanya berupa tanah kosong dengan ilalang serta beberapa pohon diberi jalanan aspal dan dipakai untuk balap.
Sebegitu sederhananya sirkuit ini sampai-sampai paddock peserta balapan pun berada dibawah pohon.
Secara spesifikasi, sirkuit ini setelah mengalami renovasi 1971 berubah menjadi seperti bentuk huruf L macam sirkuit Salzburg (Austria) dan Lakeside (Australia) pada zamannya.
Baca Juga: Wow, Inilah Pembalap Kenamaan Indonesia Yang Bersinar, Saat Era Sirkuit Ancol
Panjang lintasannya menjadi 4.470 m dengan lintasan lurus yang melalui restoran Duta Toradja sepanjang 1.070 m.
Lebar jalannya pun juga ditambah menjadi 9 meter dan 12 meter dari yang sebelumnya direncanakan minimum 10 meter dan maksimum 18 meter setelah mempertimbangkan aspek keamanan.