Kemudian, motor MotoGP Yamaha YZR-M1 keteteran untuk bisa menyalip bila start tidak di barisan depan.
Apalagi bicara top speed motor MotoGP Yamaha YZR-M1 defisit hingga 10 km/jam dari motor MotoGP Ducati salah satu alasan gak bisa menyalip.
Alhasil, Fabio Quartararo memilih strategi untuk bisa start di baris depan dengan memaksimalkan sesi latihan hingga kualfikasi.
Di samping itu faktor dukungan lain adalah performa rival yang tidak konsisten di musim 2021.
Mulai dari Jack Miller menang di 2 ronde beruntun di MotoGP Spanyol dan Prancis lantas tidak stabil di ronde-ronde akhir MotoGP 2021.
Performa serupa dengan juara dunia MotoGP 2020 Joan Mir yang tidak menemukan performa terbaik di musim ini.
Plus, pembalap Repsol Honda Team Marc Marquez yang masih dirundung kondisi cedera belum tampil maksimal.
Meskipun Marc Marquez adalah pembalap urutan 3 yang banyak menang di MotoGP 2021.
Termasuk juga Francesco Bagnaia baru menunjukkan performa menanjak di paruh musim kedua MotoGP 2021.
Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia sempat memberikan perlawanan terhadap Fabio Quartararo hingga penentuannya di MotoGP Emilia Romagna 2021.
Baca Juga: Jelang MotoGP Indonesia 2022, Bos Yamaha Sebut Quartararo Lebih Gampang Diatur Ketimbang Rossi